Jualan Di Instagram Menggunakan Hashtag

Jualan Di Instagram Menggunakan Hashtag

Tanggal Post 28 Apr 2016 | Oleh admin | 866 kali dibaca

 

Karena kreatifitas orang-orang Indonesia-lah yang telah memporakporandakan social media menjadi tempat berjualan online dengan segala triknya.
 

Alih-alih menggunakan timeline Instagram untuk berbagi cerita melalui gambar dan video, seller online shop malah menggunakannya untuk memajang foto-foto produk.
 

Follower adalah potensi market para seller ini. Timeline artis-artis pun diserbu dengan ‘iklan baris’ di kolom komentar mereka. Padahal seharusnya kolom komentar itu dibuat untuk berkomentar tentang foto atau video yang dibagi sang artis. Apa daya yang muncul adalah iklan colongan 😀

Tapi artis juga diuntungkan dengan maraknya jualan online di Instagram. Karena kepopuleran mereka, mereka membuka jasa endorse untuk para seller. Gak main-main, untuk satu foto saja tarif mereka jutaan.
 

Tapi kali ini saya akan berbagi tentang bagaimana berjualan di Instagram dengan menggunakan hashtag.

 

Perilaku konsumen yang senang berbelanja di Instagram (terutama kaum wanita), mereka akan mencari produk yang diinginkan dengan menggunakan hashtag (tanda #).


Kolom cari di Instagram pada dasarnya  merujuk ke dua hal. Pertama menacari username, kedua mencari hashtag yang tertulis di caption konten. Disini konsumen akan menuliskan kata kunci di kolom cari hashtag, kata kunci yang menunjukkan produk yang dicari.
 

Jadi misalnya saya berjualan sepatu kantor wanita, maka saya akan berpikir sebagai konsumen sejenak, lalu membayangkan apa yang kira-kira saya ketik di kolom cari sehingga online shop saya ditemukan.
 

Maka muncullah kata-kata yang cocok dengan produk saya: #sepatu #sepatuwanita #sepatukantor #sepatukantorwanita #sepatumurah #sepatu impor.
 

Tidak itu saja, saya membayangkan jika saya adalah konsumen wanita kantoran, kira-kira dia akan cari apa ya, tapi saat mencari muncul online shop saya.
 

Maka muncullah kata-kata yang relevan dengan market saya: #wanitakarir #dresskantor #taskantor #tasmurah #lowongankerja #tipscantik. Dan masih banyak lagi.
 

Sehingga pada deskripsi foto sepatu yang saya upload, saya menyertakan hashtag-hashtag tersebut diakhir kalimat.

Lalu misalnya saya posting pukul 12 siang, waktu dimana wanita kantoran berisitirahat dan bermain Instagram sambil makan siang. Maka saat mereka mencari ‘#sepatukantorwanita’ foto saya muncul. Jika foto produk saya menarik, dia akan tap menuju online shop instagram saya.
 

Mungkin saja dalam 5 menit saat orang lain mencari hashtag ‘#sepatukantorwanita’ , foto produk saya tidak muncul. Itu karena ada online shop lain yang juga menggunakan hashtag yang sama dan posting tidak lama setelah saya. Posting saya pun ‘tenggelam’.
 

Disinilah pertarungan lainnya, saya harus posting sesering mungkin untuk mempertahankan hashtag saya tetap muncul di bagian atas pencarian, apalagi jika itu adalah hashtag populer. Karena jika postingan foto saya muncul di atas, peluang untuk dilihat dan peluang menarik mereka untuk datang ke Instagram saya  jauh lebih besar.
 

Sebagai penutup artikel ini, saya akan berbagi trik bagaimana menemukan hashtag yang paling banyak dicari orang, silakan buka websta.me. Lalu masukkan satu kata saja misalkan sepatu. Nanti akan muncul banyak hashtag dengan kata sepatu dan variannya disertai jumlah seberapa banyak hashtag itu dicari. Hashtag itu dapat Anda gunakan di setiap posting foto produk Anda.

hashtag-sepatu
Selamat mencoba.